Beberapa Cara Developer Game Mendapatkan Keuntungan Dari Gamenya

Beberapa Cara Developer Game Mendapatkan Keuntungan Dari Gamenya
via pixabay
Saat ini memang zamannya serba digital yang terus berkembang, dari mulai game yang masih bergrafik 8 bit dulu, hingga sekarang yang sudah banyak menawarkan grafik dengan tampilan yang mendekati realistik. Tentu banyak juga yang sering bertanya-tanya, untuk saat ini, bagaimana sih cara developer game monetizing game buatannya itu?

Sebenarnya caranya beragam, dan masing-masing developer biasanya memiliki tujuan dan jalan yang beragam untuk bisa meraup keuntungan dari game yang mereka buat. Berikut ini adalah beberapa cara developer game monetizing game buatannya yang sering kita temui sebagai seorang player:

1. Gamenya Berbayar seluruhnya(harus beli dulu sebelum bisa bermain)

Saat ini penyebaran game , terutama game-game PC, sudah banyak melalui media online. Situs pasar game seperti Steam misalnya. Di sana kamu bisa melihat-lihat banyaknya game yang tersedia, dari yang gratis hingga berbayar. Dan juga banyak sekali bermunculan game-game keren di dalamnya.

Dan kebanyakan memang berbayar, jadi dengan membayar dengan harga yang terpampang di deskripsinya, kita bisa bermain game tersebut dengan legal. kenapa saya bilang legal? Karena kita memang sudah menjalani prosedur yang sesuai untuk bermain game ini dengan jalur yang benar dan bukan membajak atau mendwonload secara gratisan jika gamenya adalah game berbayar.

Dengan membeli game yang mereka buat, kita sebenarnya juga sudah ikut andil dalam pembuatan game mereka yang lainnya. Karena membuat game itu tidak mudah, dan memang sebuah pengerjaan totalitas game yang dibuat dengan detail dan sempurna, biasanya juga memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk proses pembuatannya.

2. Berbayar dengan Demo gratisan

Pernah bermain game seperti ini? Biasanya di deskripsinya ketika kita akan mendownloadnya misal di play store , sudah ada penjelasan mengenai sistem yang ditawarkan. Misalnya saja game Final Fantasy XV Pocket Edition yang belum lama ini rilis. Mereka memang menggratiskan chapter pertama di dalam gamenya, tapi untuk bisa melanjutkan chapternya, kita perlu membelinya.

Chapter 1 yang gratis tersebut, biasanya untuk demo, dan agar para player tertarik biasanya dari chapter satu bisa dibuat cerita dan gameplay yang semakin membuat penasaran . Karena semakin menarik game tersebut, tidak jarang banyak player yang rela merogoh kocek untuk membelinya.

3. Penjualan Item dan perlengkapan di fitur shop pada gamenya(Top up, cash , VIP dll)

Kalau cara yang seperti ini pastinya sudah sangat familiar dikalangan gamer online yang sering topup maupun cash agar bisa mendapatkan item atau hanya sekedar membeli gem saja. Selain bisa mendapatkan fasilitas VIP ataupun premium. Tak jarang banyak game online yang rilis memiliki fitur Pay to Win untuk mendapatkan keuntungna di pihak publishernya. Tapi hal semacam ini biasanya kurang begitu disukai banyak player, kecuali para player Sultan yang dengan mudahnya bisa topup berapapun dan kapanpun demi mendapatkan set equipment yang langka dan bagus di gamenya. Saya sendiri yang sering menjadi seorang Free Player kurang begitu suka game-game yang seperti itu.

Tapi mau bagaimana lagi, yang namanya publisher, developer, dan lainnya yang bekerja mengurus gamenya tersebut , tentunya juga membutuhkan biaya untuk berbagai macam keperluan agar gamenya tetap bisa bertahan.

4. Iklan

Dulu sebelum sistem operasi android booming, konsep iklan ini sebenarnya sudah ada di game-game java. Tapi saya kurang begitu tahu iklan yang disisipkan di dalam gamenya itu asli dari developernya atau hanya buatan orang lain untuk meraup keuntungan, soalnya di masa kejayaan game java, kurang begitu jelas tempat atau wadah untuk bisa membeli game-game tersebut selain mengunjungi situs resminya atau dari sms operator yang menawarkan game. 

Untuk iklan di dalam game, tampaknya mulai populer ketika google juga menyediakan sebuah layanan dengan nama Google AdMob. Hal ini tentu saja banyak dimanfaatkan oleh para developer game yang mengupload gamenya ke Play Store atau lainnya agar bisa dikenal dan dimainkan banyak orang. Selain bertujuan memperkenalkan gamenya, berkat adanya iklan yang disisipkan di sela-sela permainannya, para developer juga bisa meraup keuntungan dari penayangan iklan di dalamnya.

Tapi , bagi para developer yang mencari keuntungan lewat hal ini, harus jeli dalam meletakkan iklan tersebut. Soalnya, jika iklan tersebut sangat mengganggu player yang sedang bermain. Bisa-bisa malah mereka jengkel dan menguninstal game yang dibuat karena penempatan iklannya itu kurang pas . 

Salah satu game dengan iklan yang saya rasa pas dalam menempatkan iklan adalah Game Alto's Adventure. Para developernya meletakkan iklan hanya di sela-sela ketika kita akan mengulangi permainan , dan disitu ada jeda iklan yang menurut saya sendiri tidak terlalu mengganggu karena kemunculannya tersebut bukan pada waktu para player sedang bermain. 

5. Donasi

Sistem donasi ini sebenarnya ada banyak tujuannya sih, selain untuk menunjang pembiayaan di dalam pengembangan gamenya, bisa juga untuk yang lainnya seperti untuk sekedar membayar hosting atau situsnya agar tetap bisa berjalan. Soalnya kebanyakan yang pakai sistem donasi begini sering saya temuui di game-game yang bersifta open source, salah satunya adalah game Minetest yang mirip banget dengan Minecraft.

No comments