Selera Gamer Itu Berbeda-beda!

Selera Gamer Itu Berbeda-beda!
Via Pixabay
Saat membuka situs jejaring sosial, saya masih sering menemukan beberapa orang yang berdebat hanya karena masalah game. Moba kok analog, 1 lane, moba kok 8 bit? Kata-kata tersebut sangatlah viral untuk menyindir game Mobile Legends atau sejenisnya . Tapi tahukah kamu , yang namanya gamer itu punya selera masing-masing. Oke kita bahas beberapa point dari kata tersebut:

- Moba kok 8 bit?

Hal ini sepertinya merupakan kata-kata dari beberapa orang untuk menyindir tentang masalah grafik Mobile Legends, soalnya di game ini memang grafiknya masih terlihat kurang begitu 3D , walau sekarang dari tampilan map dan grafik sudah lumayan bagus. Tapi kok saya geli banget mendengar kata MOBA kok 8 Bit, disamakan dengan game-game 8 bit seperti game jadul NES.

Apakah dari pertamakali rilis, grafik dari Mobile Legends ini memang benar-benar memakai grafik 8 bit semacam game Super Mario Bros di Era NES? Tentu saja tidak kan? Sebenarnya yang dikatakan game 8-bit sendiri karena di era tersebut berbagai konsol seperti NES dan sejenisnya menggunakan Processor 8-bit(Baca disini).

Dan satu lagi, apakah ada yang salah dengan grafik 8 bit? padahal yang namanya grafik 8-bit juga punya sisi seni sendiri. Game-game sejenis ini masih banyak peminatnya sendiri lho, salah satunya saya. Lihatlah game-game jadul waktu jaman konsol 8 bit yang juga punya sisi story yang epic. 

- Moba kok analog?

Sebenarnya ketika saya mencari referensi dari info kata-kata ini, sepertinya awalnya untuk menyindir karena di banding-bandingkan dengan game MOBA PC seperti Dota, LOL, dll. ada juga sih yang mobile game seperti ini masih pakai path finding kayak MOBA PC seperti Vainglory. Tapi menurut saya sendiri, untuk versi mobile memang dicari sisi kepraktisannya.

Soalnya dari sisi perangkat juga sudah berbeda. Jadi keputusan untuk menjadikan Moba mobile ini menjadi kontroler analog juga merupakan hal yang baik kok. Kalau yang jarinya kecil-kecil untuk mode path finding mobile mungkin masih enak, tapi coba kalau jarinya jempol semua, terus layar HP nya tidak terlalu besar, saya rasa untuk metode path finding kurang begitu nyaman dan tentu mengontrolnya akan lebih sulit(cuma opini lho ya).

Jaman sudah berkembang, dulu mungkin banyak yang mengenal game MOBA(Multiplayer Online Battle Arena) yang dulu dikenal dengan ARTS(Action Real Time Strategy) ini memang  menggunakan kontrol path finding, tapi bukankah inovasi juga perlu? Jadi untuk mobalog saya rasa tetap masuk ke genre MOBA kok, soalnya dari gameplaynya juga jelas-jelas multiplayer, online dan melakukan sebuah battle dalam 1 arena.

Jadi kalau dari pengamatan saya, istilah MOBA ini, walaupun dulunya dikenal ARTS, tapi dari singkatan dan kepanjangan dari MOBA itu sendiri, Game-game Moba analog masuk dalam genre MOBA juga. Mungkin kategori Action MOBA :v.

Jadi?

Berpendapat boleh tapi tak perlu terlalu memberi tekanan bahwa game pilihanmu adalah yang terbaik

Semua orang, bahkan gamer punya pendapat mereka sendiri tentang berbagai game, hal itu sangat lumrah, tapi jangan sampai pendapat tersebut malah berkelanjutan menjadi sebuah perang atau perdebatan yang kurang begitu penting atau bermanfaat. yang sering terlihat di forum-forum manapun.

Main game bukan dilihat susah apa tidaknya, soalnya tujuan game sendiri kan sebenarnya bersifat sebagai media hiburan, walaupun untuk jaman sekarang bisa ditambah dengan tujuan, profesi, mata pencaharian, kompetisi ataupun yang lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi playernya. 

Sebenarnya kasus lainnya mungkin juga ada dari jaman waktu player Dota saling ejek dengan League Of Legends. Dan saya rasa, mereka yang suka mengejek satu sama lain merupakan salah satu fanboy dari sebuah game ataupun perangkat yang digunakan.

Oh iya, kalian pernah dengan istilah Fanboy belum? Fanboy itu sebenarnya semacam sebutan fan(fanatic) dari salah satu penggemar game konsol yang ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Tidak bisa menerima kritik dan saran , sukanya ngotot dan mempertahankan apa yang dia idolakan itu paling baik.

2. Jika tidak sependapat dengan orang lain tentang idolanya, bisa-bisa malah sering bikin suasana menjadi percekcokan. Dalam hal ini sangat percuma berdebat dengan seorang fanboy, karena mereka memang mengesampingkan kekurangan yang ada di dalam suatau produk tertentu yang mereka sukai serta menganggap pilihan produk mereka adalah yang palng sempurna.

Ingat ya, Gamer itu seleranya berbeda-beda, jadi kalau kamu punya selera sendiri, nikmatilah perbedaan tersebut yang ada di dalam dirimu. Tak perlu terlalu ambil pusing berdebat hanya karena tidak sama :v. "Tetap cuek dan lanjutkan bermain"

Hanya opini penulis saja, jadi yang baca jangan pakai baper sama emosi ya .v. CMIIW(tapi pakai bahasa yang sopan ya)

Terus, penulisnya adalah seorang fanboy bukan?

Mungkin iya mungkin tidak, karena saya juga menganggap bahwa perangkat android itu untuk saat ini adalah yang terbaik di Mobile dibanding yang lainnya. Tapi hal tersebut karena alasan yang lumayan umum yaitu Di Indonesia sendiri, atau mungkin di asia tenggara pengguna dari perangkat android lebih mendominasi dibandingkan dengan perangkat yang "anu" dengan fitur "anu" tapi harganya mahal.

Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada yang lebih bagus dari android untuk kedepannya, menurut padangan saya sendiri, mungkin akan beralih keperangkat mobile tersebut.

Jika ada yang lebih murah dengan spesifiksai dan fitur yang lebih baik, kenapa harus beli yang mahal dengan fitur atau spesifikasi dibawahnya atau sama :v?. Saya gak sebut merk lho. Intinya saya milih sebuah perangkat mobile bukan untuk gengsi-gengsian saja :v, tapi lebih melihat dari sisi harga serta spesifikasi yang ditawarkan. 

No comments